Roomate

Tiga dibagi dua, satu setengah, yah angka ini sangat tepat menggambarkan diriku dan teman satu kamar ku.

Dia tak kurang dari satu setengah dari ku

Dia selalu memakan tempat satu setengah dari ku, walaupun kita harus membayar uang rental yang sama

Dia juga selalu menghabiskan oksigen satu setengah dariku, dan uang rental kamar kita tetap sama

Dia juga menghembuskan karbon dioksida satu setengah dariku, dan tak ada berbeda dengan uang rental kita

Dia memberikan tekanan satu setengah dariku, tanpa dikenai biaya tambahan

Dia berada di kamar satu setengah lamanya dariku, namun aku harus membayar nominal yang sama

Di waktu malam, seharusnya kita terlelap, dia mendahului aku,
Di waktu pagi, seharusnya kita terjaga, dia didahului aku
Jumlah tidurnya satu setengah kali ku, tapi biaya kamar kita tetap sama

Tiap malam, aku selalu tak bisa tidur, tapi dirinya selalu terlelap tanpa gangguan,aku selalu merasa ada seseorang yang mengamati diriku dalam jarak yang sangat dekat

ternyata

pusar nya ngintip.

Tiap siang, pintu lebar lebar dibukanya, ntah apa maksudnya, bahkan ketika diriku masih bertelanjang dada, dia tak peduli dan tetap membuka pintu kamar kita, sebetulnya aku belum siap mengikuti ajang L-Men.

Kadang ku dengar suara *prut* *prut* *prut* awalnya kukira suara vuvuzela, oh ternyata bukan, vuvuzela tidak meninggalkan bau. Diriku tak mau menuduh sembarangan, maka ku pastikan pertama tama apakah diriku penyebabnya. Ku telusuri dengan indra pembau di sekitar tempat duduk ku, hmm, sepertinya bukan dariku pikirku. Secara reflek ku toleh kepalaku ke arah dirinya, dia sedang mencoba menahan tawa. Yah, speechless saya. (dia lagi nonton film komedi.red)

Tiap malam, dia membuat suara suara aneh dengan hidungnya, sepertinya akan ada Malay*** Got Talent segera.

mungkin malam kemarin malam kita berdua, kini saya harus berangkat ke New Dehli

selamat tinggal kawan

take care

Categories: fiction, only a plain me
  1. tawadanpeluhku
    July 25, 2010 at 4:35 pm

    haha iya dong😄

    cerita yg diilhami ketika mengangkat barang ke new delhi😛

  2. tawadanpeluhku
    July 25, 2010 at 4:53 pm

    haha iya deket loh, mana pindahin barangnya gw jalan kaki wkwk

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: