Home > fiction, just for fun > Off from ND

Off from ND

Dua minggu kita bersama, tidak terasa waktu cepat berlalu, senang hatiku mengenal seorang yang sebelumnya tidak pernah dikenal. Seorang lokal dari ND, yang biasanya jarang kutemui di habitat alami ku.

Dirimu amatlah bersahabat, senyum senyum hangat selalu engkau tebarkan tiap kali kita berpapasan.

Dirimu juga amatlah baik dan bersahaja, membiarkan seorang ilegal menempati daerah kekuasaanmu, sebenarnya dirimu memiliki kuasa untuk  mendepakku setiap saat dengan tatapan saja.

Terima kasih untuk itu, akan kuingat semua jasamu walaupun mungkin wajahmu akan terlupakan beberapa saat aku melangkah ke luar area kekuasaanmu.

Dipagi pertama dirimu bangun satu jam lebih dulu dariku, wah kagum sekali saya, luar biasa semangat anda untuk pergi kekantor, mungkin diriku harus berguru dengan mu bagaimana caranya memompa motivasi yang telah mati.

Malamnya, tiba tiba dia mengatakan dia mengalami susah tidur, bertanyalah dia padaku, bagaimana caranya agar menjaga kebugaran fisik disaat kekurangan tidur, cafein jawabku.

Seminggu pertama dilewati.

Diriku selalu masih di awang awang ketika dirinya mengambil handuk untuk menjalankan ritual pembersihan, diriku masih duduk menyantap cafein dan sarapan pagi yang kubuat ugal ugalan ketika dia mengucapkan sampai berjumpa lagi seakan aku benar benar menunggu kali kedua kita berjumpa di hari yang sama.

Senyum nya wih, khas penduduk local, tak terlihat ada perasaan jahat sedikitpun, tapi aku enggan mengingatnya lagi.

Makin lama dia berubah, tapi untunglah hubungan kita tidak retak.

Dirimu tidur makin larut, bahkan kadang lebih larut dariku, kain pelapis ranjang yang biasa tergeletak kaku di atas ranjangmu makin kusut akibat ulah nakal mu saat tidur. Mejamu makin berhiaskan sampah sampah non organik dari kalengan bekas minuman ringan, buanglah suatu saat.

Suatu hari kusadari keranjang sampah ku bertambah bobotnya, padahal sebelum dan sesudah diriku membuang sampah selalu ku timbang minimal dua kali untuk memastikannya.

ah lupakan. Mungkin hanya diriku yang salah mengingat.

Weekend pertama di daerah yang tak kukenal, dirimu benar benar cepat akrab dengan ku, setidaknya menurut perasaan ku saja. Beberapa kali dirimu menayakan apakah diriku memiliki receh, walaupun kukira akan disumbangkan ke kaum duafa ternyata untuk dibelikan minuman ringan untuk menghiasi mejamu yang kosong awal mulanya.

Tidak terhenti disana, ketika diriku sedang mencurahkan seratus persen di urusan bisnis, dirimu mencolekku demi menayakan kerelaan ku meminjamkan papan setrikaan, silahkan saja dipakai jawabku asal kau tidak berjingkrak jingkrak disana.

Pagi berganti Malam dan kemudian berganti Pagi lagi, ternyata satu minggu telah terlalui, huff, kukira awalnya diriku tak akan bertahan lama mengingat daya adaptasi ku cukup rendah.

Minggu ke dua, terjadi revolusi, dirimu begitu dingin kepada ku, mana ucapan selamat tinggal yang tiap hari kau berikan padaku, semua berubah, bahkan dihari terakhir aku membuka pintu terlebih dahulu, biasanya diriku yang mengunci pintu kamar kita.

Padahal jarak kantormu hampir dua kali kantorku, tetapi dirimu sangat terlihat tenang tanpa gugup sedikitpun, aku pun bingung mengapa dirimu tak merasakan tekanan seperti ku.

Malam minggu, kau duakan diriku, sesampainya di muka pintu kudengar suara tawa perempuan, kau bawa seseorang yang tidak kukenal ke dalam kamar kita,siapa dia? tapi tetap kau tidak mengenalkannya padaku, mungkin dia pacarmu tebakku, sampai sekarang ku tak tahu jawabnya bahkan rupa perempuan itupun aku lupa bagaimana.

oke, diriku menerimanya apa adanya seperti dirimu menerima tumpanganku, walaupun diriku risih tetapi kubiarkan rasa toleransi ini melebihi semua perasaan miring yang pernah bermunculan di benak ini. Hanya sekali ujarku, dan kuperbolehkan tamu yang tak diundang bagiku untuk berada di wilayah dirinya.

Waktu itu, kebetulan aku sedang mendownload film yang bahkan aku tak tau apa, dan mencoba melihat sekilas film itu, baru lima menit rasanya bahkan diriku belum sempat mengingat nama dan paras pemeran utama dirimu mencolek diriku untuk kesekian kalinya, langsung secara refleks mengambil beberapa coin untuk disumbangkan kepada dirinya, oh ternyata ini berbeda dia ingin meminjam ember, mengapa tanyaku dihati, apakah air di kamar mandi kita tidak cukup sehingga dia harus jauh jauh menimba sumur? Oh tidak, dia hanya ingin meminjam ember sebagai sarana membawa baju baju bekasnya.

Diriku tidak habis pikir,didepan seorang wanita dirinya dengan rendah hati meminjam ketika dirinya menemui kekurangan, apakah ini seorang gentleman sejati ataukah kurang bermodal, ah biarkan pembaca yang menjawab.

Basah berganti kering

Dirinya amat rapi walau beberapa bulu disekujur tubuhnya tidak begitu membentuk barisan ketika dengan sengaja atau tidak sengaja diperlihatkan kepada diriku atau kepada kaca lemari yang ada di kamar kita.

Memiliki setrikaan sendiri, sebuah gadget yang jarang sekali dimiliki pria pria masa kini, sayangnya gadget itu tidak berfungsi maksimal, kenapa? oh ternyata dirinya tidak bisa menyetrika tanpa papannya, kebetulan ada beberapa peninggalan dinasti antah berantah yang disandarkan ke dinding kamar ku, dua buah papan setrikaan. Sedikit kedipan, senym tersungging dirinya bertanya dapatkah dirinya meminjam papan setrikaan, diriku takkan mengulangi jawaban yang telah ku kemukakan di atas.

Tapi hari ini kita harus berpisah, pertemuan diakhiri perpisahan memang tak terelakkan apalagi perpisahan itu tidak disetujui pihak tertentu, ini mungkin menyakitkan dirimu, tetapi tenang saja sudah ku cari pengganti diriku untuk menemani malammu, yah semoga dirimu dan seorang pribadi baru tersebut bisa melalui hari hari kelabu dengan hujan amat lebat bersama

diriku hanya bisa berharap kita bisa berjumpa di lain kesempatan tanpa mengingat satu sama lain

selamat tinggal

Categories: fiction, just for fun
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: