Home > Uncategorized > Antara satu dan dua satu

Antara satu dan dua satu

Ben, seorang bocah lelaki periang, orang tuanya buruh rendahan di sebuah toko tak jauh dari rumahnya. Lugu dan polos, itu kesan awal nya. Tupup, tetangganya, bocah yang dua tingkat lebih tua dari ben yang merupakan teman bermainnya sejak balita. Sinned, adik tupup, terpaut tiga tahun dari kakaknya, orangtua tupup dan sinned telah lama kenal dengan orangtua ku, bahkan ayahku dan ayahnya mengabdi di satu bos,demikian diriku biasa memanggil pimpinan.

Kami akur, bermain tiap sore, kadang dengan tupup,kadang dengan sinned kadang dengan dua duanya, di sekitar rumahku memang banyak bocah seusia ku, kami berkumpul bermain, kadang perselisihan muncul, kadang sampai bermusuhan,yah walaupun tak akan lama.

Aku lupa kejadiannya kapan, bahkan tak ingat apa yang terjadi, ketika persahabatan bermetamorfosis, aku yang ketika itu sangat lugu tetap menanti tupup dan sinned disore hari, penantian ini kira kira satu mingguan, mereka rupanya sungkan bersosialisasi dengan ku,padahal keadaan kita waktu itu tidaklah berbeda, anak dari abdi setia belasan tahun kepada sang bos.

Kelak kutahu, perempuan yang disebut nya ibu menghasutnya untuk tidak berinteraksi dengan ku, alasannya sederhana, mereka menganggap kasta mereka lebih tinggi,mereka brahmana dan kami sudra bagi nya. Ini tak menjadi persoalan, walaupun belia diriku telah bisa menerima bahwa pertemanan itu bukan atas asas pemaksaan. Kelak bahkan mereka menunjukkan secara tersilat perbedaan kasta itu.

Suatu hal yang lucu ketika satu dan dua satu terdengar mirip, sekitar desember atau tidak pertengahan juni, ketika pembagian rapor kenaikkan kelas, suatu hal yang membanggakan ketika itu disaat menduduki peringkat unggulan dikelas. Beberapa berlapang dada mengakui kekalahan, yang lain tak kuasa merendam dengki yang sampai ke ubun ubun. Sinned salah satu diantara banyak orang yang berada di kategori ke dua.

Hanya dua kali setahun, juni dan desember, mereka menyapa terlebih dahulu, yang ditanya bukannya kabar melainkan prestasi,kocak. Kala itu prestasi diriku tak cukup membanggakan, peringkat ke tiga kadang kadang ke dua,sesekali menempati urutan pertama,  sinned yang biasanya jawara kelas selalu menunjukkan piagam prestasi dari wali kelasnya, kalau dahulu saya mengerti arti mengelus dada mungkin dada bermutasi warnanya karena keseringan dielus.

Walaupun beda tingkat, selalu dia ingin mempamerkan dirinya lebih baik dariku, tak ada salahnya memang itulah manusia, yang terpedaya oleh prestasi. Sekitar dua tahun hal ini terus menerus terjadi, jelas semakin dewasa saya lebih mengerti sikap apa yang semestinya diambil dalam situasi demikian. Bosan saya dengan tingkah laku orang ini, menyaingi srimulat yang waktu itu boombing loh.

Saat itu saya sedang bersantai,menonton televisi, tayangan yang selalu ada, dangdut dan bollywood, terdengar sapaan dari luar pintu, setelah kuintip dari jendela ternyata seseorang yang telah empat semester berlatih tekun melakukannya. Karena merasa tak ada arti melayani seseorang seperti itu, maka kuputuskan untuk diam saja, dendangan madu dan racun waktu itu memang hangat hangatnya.

Tak puas tidak diabaikan, malah kesetanan dia, mengangkat piagam tinggi tinggi meneriakkan SATU kencang kencang,tujuannya supaya diriku tahu dialah jawara tak terkalahkan untuk beberapa tahun di kelasnya. Ibuku yang sedang memasak pun kaget mendengar kan sautan ini, biasanya hanya penjual es tahu dan kue kuean kering yang melintas dan berteriak, ibuku bertanya kepadaku pasal suara yang unik ini, tentunya diriku tak mengerti apa yang terjadi. Ibuku hanya tersenyum kecil sambil berkata satu  atau dua SATU. Benar adanya dua duanya terdengar mirip.haha

*kemiripan tokoh dan kejadian hanyalah ketidaksengajaan

Categories: Uncategorized
  1. je_z
    May 7, 2011 at 1:59 pm

    HAHAHA. asli yu. ak dak nangkep moral cerito ny. tapi kocak nian gaya bahaso u. hahahaha. nice post.

  2. tawadanpeluhku
    May 7, 2011 at 3:27 pm

    wew katek moral emg, lg pengen tulis basing2 be itu

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: