Home > Uncategorized > kelainan malam ini

kelainan malam ini

Kala itu satu telah hampir dipukul, otot dan organ telah meminta jatah pergantian piket ke alam bawah sadar, gravitasi membuat kelopak mata bertambah berat seriring radian yang ditempuh para detik. This is the time, saat yang tepat untuk menunaikannnya.

Muka telah bersih,sebersih hati dan pikiran ku saat itu, kepala ku telah bulat sebulat tekad dan niat ku saat itu pula. Dengan penuh semangat kubuka ambang gerbang antara hangat dan dingin, suhu ruangan dengan pendingin yang berselisih belasan derajat. Feeling ini telah hapal di indra perasa ku bahkan telah menembus sum sum tulang kalau tidak berlebihan.

Tak pernah ada kata terucap sekalipun karena kutahu alam kita telah berbeda, bahasa yang biasa kukatakan bisa membuatnya melintas balik ke alam yang biasa mereka tinggali dengan tingkat kejutan yang cukup tinggi untuk menanggapi hal yang dikemukakan sebelumnya. sekali lagi disampaikan hal ini merupakan hal biasa dikala gulita.

There will be the first, pepatah dari barat, akan ada hal pertama sebagai awal dimana sebuah hal yang terbiasa dan nyaman mengganggu, ruangan itu kecil,  diiringi desahan pendingin ruangan kecuali angin sepoi malam, kubuka gerbang itu,kukira tak ada bedanya, ternyata sesuatu yang bahkan aku pun tak sanggup bertahan, memaksa ku untuk menyerah sebelum mencapai kumpulan kapuk yang dibungkus kain yang kelak kutahu disebut sprei.

Bukan suhu,bukan suara,bukan juga gelap, dua hal itu bukan masalah besar bagiku yang telah beradaptasi bertahun tahun setelah secara independen mencari makan dan oksigen sendiri, hanya satu hal yang sanggup membuat ku keder , entah siapakah yang membakar sesajen beraroma curry dan bawang dan dikeluarkan dari lubang dubur menurut salah satu anggota terhormat yang mendapatkan kesempatan berharga mengalami hal tersebut. luar biasa aroma ini, bahkan pengharum ruangan beraroma anggrek yang kusemprot setelah mengalami traumatic dikalahkan dalam waktu 3 jam, mengharuskan perombakkan kembali agar peremajaan terjadi.

Dengan sangat terpaksa diriku menyebrangi selat sadar untuk keluar kamar mencari oksigen berlebih yang nampaknya lebih tinggi kadarnya dibanding di ruang kecil tersebut. Aku bahkan kehilangan hitungan disaat menembakkan gas dari tabungnya untuk melawan polutan polutan yang ada, untungnya sampai detik ini sang pengarang memiliki antibody yang cukup untuk tetap bertahan dari wabah yang dipercaya sama dahsyatnya dengan wereng dan siput tersebut.

semoga hal ini tidak terulang kembali sampai tahun kabisat berikutnya

Categories: Uncategorized
  1. je_z
    July 31, 2011 at 4:27 am

    haha aroma terapi cong

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: